S01E11: Bertahan, Defence, Difesa, Defensie, Verteidigung, Puolustusministeri, or Whatever You Want to Called It….
Saturday, May 31st, 2008Yup2 ga terasa ni blog uda sampe episode ke jumlahpemainsepakboladalamsatutimdipertandinganresmitanpaadayangkenakartumerah. hehe… nah kayaknya pas kan tuh klo dalam episode kali ini kita ngebahas soal taktik sepakbola, apalagi secara gw seorang kritikus sepakbola handal (kritik doang, maennya loyo :p) dan pembicaraan sepakbola lagi marak menjelang Euro. So for you girls and WEAK (baca: Le-Mah) guys who doesn’t like or give a damn ’bout football, just bear with it okay??? hehe…
Klo bicara soal taktik ato strategi kita harus milih aliran dulu mau bertahan ato menyerang. Secara gw posisinya sering kali di bawah mistar (bersiin tiang ama ngiket jalanya klo bolong), jelas banget lah pilihan gw jatuh ke BERTAHAN. Ya jelas lah! bertahan itu indah, bertahan itu keren, bertahan adalah penyerangan yg paling baik, pokoknya ajib dah bertahan! hehe… ga pcaya? nih gw buktiin dengan faktafaktavaliddanargumenyangsahihdidasarisejarahdandatadataakurat:
1. Postulat Pertahanan I : Bertahan = Ga Kebobolan = Ga Kalah
- Ini nih sebuah hukum yang ga mungkin terbantahkan. Klo pertahanan kita rapat dan kokoh dan kita ga kebobolan sepanjang pertandingan ga mungkin kan kita kalah. Di lain pihak seDewa apapun penyerangan kita, ampe2 kita bobolin 100, klo musuh ngebobol kita 101 juga tetep aja KALAH. Ngapain sih milih taktik yang ga pasti? Buat menang kok coba-coba? hehe…
2. Postulat Pertahan II : Bertahan /= Banchy
- Banyak banget orang yang nonton bola (khususnya orang Indo) klo ada sebuah tim yang bertahan total pasti dibilang Banchy, Cemen, Le-Mah, ato apalah itu. Klo menurut gw sih justru itu tim pinter. Dnegan bertahan yang bakal lebih cape jelas tim yang nyerang. Si tim yang bertahan tinggal nunggu saat yang tepat lalu menyerang balik. Klo udah unggul 1-0 bertahan totalmatimatiankloperluparkirbusdidepangawang, musuh ga ngebobol kemenangan di tangan. simpel kan. Cerdas, ga nyapein diri sendiri, nyapein orang. Beuh manstap!
3. Postulat Bertahan III = Bertahan = Moral++
- Maksud dari postulat ini adalah klo pertahan kita Dewa, semua pemain di tim kita pasti bakalan tenang. nah dengan ketenangan ini lah kita bisa menguasai permainan. Dengan barisan belakang yang baik maka akan dihasilkan barisan depan yang baik pula, bukan sebaliknya. Semua itu bermula dari belakang bung! O iya postulat ini juga diaplikasikan oleh para pencontek handal (termasuk saya, hehe…). Mana2 klo nyontek itu lebih tenang klo barisan belakangnya baik, barisan depan mah kaga ngaruh :p.
4. Postulat Bertahan IV: Kuncinya cuma satu: DISIPLIN!
- Bertahan itu gampang, cuma perlu disiplin. Ga usah kita punya skill2 handal yang bisa gocek2 membulii2 orang, umpan2 passing akurat, ato shooting jaka geledek kyk yang harus kita punya klo menyerang. jadi taktik bertahan ini bisa diaplikasiin ke semua tim. Versatile bgt ga sih bertahan itu? Selain disiplin yang harus dipatri adalah ketidakkhawatiranakandatangnyagol. Gol itu bakal dateng sendiri kayak jodoh. Klo dateng ya sykur kita menang, klo ga ya gpp. Ga kalah juga ini klo kita ga kebobolan. hehe…
5. Fakta Sejarah Membuktikan….
- Ga cuma dalam sepakbola, sejarah peradaban manusia juga membuktikan bahwa bertahan itu lebih baik daripada menyerang. Hal ini akan gw paparkan dalam uraian singkat sebanyak 2084 karakter berikut ini (klo ga percaya itung aja… :D):
Dari jaman nenek gw masih kemping telah banyak bukti bahwa kebertahanan adalah sesuatu yang dianut oleh para juara. Masih inget ama yang namanya dinosaurus? Binatang gede kayak kadal yang senantiasa MENYERANG kaum manusia di zaman pra-sejarah. pada waktu itu manusia hanya BERTAHAN, maen aman cari selamat ngumpet di goa sambil pake kolor. Sekarang liat aja yg punah siapa? Yg NYERANG kan?
Tau Sun Tzu kan? Bukan yang sabun pemutih dodol, itu mah Shin Zui. Sunt Tzu itu ahli strategi perang di jaman Cina Kuno dulu yang mengilhami banyak ahli strategi lain macam Zhuge Liang ataupun Rommel. Salah satu hukum peperangan Sun Tzu yang paling terkenal adalah: "Jangan sekali-sekali berani menyerang kota dengan tembok-tembok yang kokoh dan tinggi" Jelas banget lah dengan pertahan yang kokoh kemenangan ada di tangan….
Beranjak ke awal abad ke 20. Masi inget kan pelajaran tentang perang Dunia I ama II. Jelas sekali terlihat bahwa pihak yang MENYERANG lebih dahulu (Jerman, Austria pad PD I serta Jerman, Jepang, Itali pada PD II) menderita kekalahan pahit. Negara-negara tersebut langsung porak-poranda pasca kedua perang tersebut. Hal ini membuktikan betapa fatalnya dampak MENYERANG….
Hukum alam yang paling dasar adalah: "Makhluk yang menang adalah makhluk yang BERTAHAN hidup". Perhatikan bahwa yang ditekankan pada hukum tersebut adalah BERTAHAN bukan MENYERANG. Jadi jelas kan, alam aja membuktikan bahwa memang kita harus BERTAHAN klo mau menang…
Para produser film dan game masa kini pun tau klo BERTAHAN itu lebih keren daripada MENYERANG. Contoh kecilnya adalah film 300 (walopun masi kalah keren daripada Somay Sparta). Keren ga sih ngliat gimana 300 pejuang sparta BERTAHAN menghadapi pasukan persia. apalagi pas mereka bikin formasi-formasi bertahannya. boong klo ga nganggep itu keren. Sedangkan yang NYERANG kliatan bgt cupunya. Di dunia game pun bis akita lihat contoh 2 game berbasis Warcraft: DotA dan AotA. DotA => Defence of the Ancients, AotA=> Attack of the Ancients. Ga perlu dipungkiri lagi lah yang jadi booming yang mana. Yang DEFENCE lah!!!
Huff… sebenernya masi banyak lagi fakta-fakta lain yang ngebuktiin klo bertahan itu emang lebih keren dari nyerang. tpi apa daya kemalasan gw lah yang membuat postingan ini harus diakhiri di sini. hehe… Mudah2an setelah baca ini banyak orang yang sadar klo bertahan itu lebih keren daripada menyerang. Amin… AS ALWAYS: YOU’LL NEVER WALK ALONE…