Archive for March, 2008

S01E06: HMIF Tak Pernah Berjalan Sendiri

Wednesday, March 19th, 2008

You’ll Never Walk Alone. Frase tersebut mungkin sudah sangat
dikenal oleh seluruh orang di dunia, khususnya di dunia persepakbolaan. Mengapa saya mengangkat kalimat yang sudah tak terpisahkan dengan klub sepakbola
Inggris ternama Liverpool FC tersebut? Karena kalimat sederhana tersebut sangat
menggambarkan makna dari rasa kekeluargaan. Sebuah rasa yang amat penting
maknanya dan dampaknya di sebuah kehidupan bersosial, khususnya suatu
organisasi pembelajar seperti HMIF ITB.

Bila kita menilik arti dari
kekeluargaan itu sendiri, mungkin kita akan menemukan banyak arti yang beraneka
ragam. Namun dari sudut pandang saya kekeluargaan memiliki dua esensi utama
yang menjadi alasan mengapa kata ini memiliki kata dasar “keluarga” yaitu rasa
saling peduli dan kerja sama yang solid.

Rasa saling peduli adalah sebuah
rasa atau feel di mana kita merasakan
sebuah afeksi terhadap sesama baik di kala suka maupun duka. Klise memang,
namun suatu keluarga tak akan bisa terikat satu sama lainnya tanpa adanya rasa
tersebut. Saya yakin bahwa rasa kepedulian itu ada dalam setiap diri anggota
keluarga HMIF, namun sayangnya rasa kepedulian tersebut belum ditunjukkan ke
keluarga HMIF itu sendiri, melainkan ke ”sub-sub keluarga” kecil. Keeratan tiap
“sub keluarga” tersebut sebenarnya merupakan suatu hal yang baik bila ada suatu
konektor yang menghubungkan “sub-sub keluarga” yang terpisah-pisah itu menjadi
suatu keluarga besar yang disebut HMIF.

Bila rasa peduli merupakan suatu feel maka kerja sama merupakan bentuk
konkret dari feel tersebut. Dengan
adanya kerja sama yang solid di antara anggota keluarga, keluarga tersebut
dapat berkreasi dan menciptakan suatu hal yang besar. Suatu hal yang tidak
dapat dilakukan oleh masing-masing anggota keluarga tersebut secara individual
(Men can achieve what a man can’t).
Kembali berkaca pada keluarga HMIF kita, saya merasa bahwa kerja sama yang
sinergis dan solid belum tercipta pada keluarga kita. Hal ini mungkin dapa
dikembalikan kepada masih minimnya rasa saling peduli antar sesama “sub
keluarga” seperti yang dipaparkan di atas.

Lalu bagaimana peran dan posisi
Divisi Kekeluargaan di semua ini? Dan juga bagaimanakah relevansi rasa saling
peduli dan kerja sama yang solid dengan organisasi pembelajar? Menurut saya,
divisi kekeluargaan berperan sebagai konektor yang telah disinggung di atas.
Divisi kekeluargaan seharusnya menjadi fasilitator pemersatu keluarga HMIF.
Sebuah divisi keluarga yang ideal mampu menciptakan rasa saling peduli antara
sesama sangota keluarganya secara keseluruhan, membentuk suatu atmosfer kerja
sama yang solid dan menyenangkan, serta menjaga feel dan kerja sama tersebut. Metode yang paling efektif untuk menciptakan
suasana tersebut adalah melalui kegiatan-kegiatan bersama yang dapat merangkul
semua anggota keluarga HMIF. Dengan adanya kegiatan bersama tersebut diharapkan
koneksi antara “sub keluarga” tersebut data terbentuk. Namun mengadakan
kegiatan-kegiatan yang dapat merangkul semua anggota keluarga HMIF yang amat
beraneka ragam merupakan tantangan utama bagi divisi kekeluargaan.

Bila
berpicara peran Divisi Kekeluargaan dalam mengoptimalkan HMIF sebagai
organisasi pembelajar, saya menilai bahwa divisi kekeluargaan memiliki peran
sebagai “investor awal.” Mengapa? Sederhana saja, kita tidak bisa memungkiri
bahwa untuk menjadi pembelajar, setiap orang memerlukan orang lain yang
dijadikan tempat belajar. Rasa saling peduli dan kerja sama itu merupakan suatu
modal dasar yang amat berharga bagi terciptanya organisasi pembelajar.
Bagaimana mungkin kita dapat belajar apabila tidak ada orang lain yang peduli
dan mau membantu kita untuk belajar? Oleh karena itu, divisi kekeluargaan
berperan penting untuk menciptakan kondisi di mana setiap anggota keluarganya
mematri frase “You’ll Never Walk Alone
dalam hatinya.

S01E05: Chiisana Koi No Uta

Monday, March 10th, 2008


hiroi uchuu no kazu aru hitotsu
aoi chikyuu no hiroi sekai de
chiisana koi no omoi wa todoku
chiisana shima no anata no moto e
anata to deai toki ha nagareru
omoi wo kometa tegami mo fueru
itsushika futari tagai ni hibiku
toki ni hageshiku toki ni setsunaku
hibiku ha tooku haruka kanata e
yasashii uta ha sekai wo kaeru

hora anata ni totte daiji na hito hodo
sugu soba ni iru no
tada anata ni dake todoite hoshii
hibike koi no uta
hora hora hora hibike koi no uta

anata ha kidzuku futari ha aruku
kurai michi demo hibi terasu tsuki
nigirishimeta te hanasu koto naku
omoi ha tsuyoku eien chikau
eien no hanawa kitto boku ha iu
omoi kawarazu onaji kotoba wo
soredemo tarizu namida ni kawari yorokobi ni nari
kotoba ni dekizu tada dakishimeru tada dakishimeru

hora anata ni totte daiji na hito hodo
sugu soba ni iru no
tada anata ni dake todoite hoshii
hibike koi no uta
hora hora hora hibike koi no uta

yume naraba semenai de yume naraba semenai de
anata to sugoshita toki eien no hoshi to naru

hora anata ni totte daiji na hito hodo
sugu soba ni iru no
tada anata ni dake todoite hoshii
hibike koi no uta

hora anata ni totte daiji na hito hodo
sugu soba ni iru no
tada anata ni dake todoite hoshii
hibike koi no uta
hora hora hora hibike koi no uta